Terkadang
ketika kita pada di posisi susah kita sering kali berburuk sangka kepada Allah
karena merasa kurang dalam hal materi tanpa kita lupa kewajiban kita kepada
Allah yang memberikan rezeki. Selain
Sholat Wajib 5 waktu kita juga dianjurkan untuk sholat Sunnah untuk
meningkatkan keimanan kita salah satunya yaitu sholat Dhuha yang memiliki
banyak keutamaannya jika kita mengamalkan dengan istiqomah.
1. Pahalanya seperti bersedekah
Mengerjakan shalat dhuha memiliki nilai yang sama seperti nilai
amalan seperti keutamaan sedekah. Sesdekah yang dimaksud
adalah sedekah yang diperlukan oleh 360 persendian tubuh kita terlebih jika
kita ikhlas mengerjakannya ( baca ciri-ciri orang yang tidak ikhlas dalam beribadah)
Orang islam yang mengerjakan shalat dhuha akan memperoleh ganjaran pahala
sebanyak persendian itu. Sebagaimana hadist Rasulullah saw, yang berbunyi :
“Disetiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap
tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah
) adalah sedekah,s etiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap
takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah
sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha
sebanding dengan pahala semua itu”
2. Dicukupi kebutuhannya
Shalat Dhuha yang dilakukan oleh seseorang diawal hari
menjanjikan tercukupinya rezeki atau kebutuhan seseorang tersebut di akhir
hari. Shalat Dhuha merupakan shalat yang dilakukan untuk memohon rizki kepada
Allah SWT. Hal tersebut ditunjukan oleh ketentuan waktu pelaksanaan dan
tersirat dalam do’a yang dibaca setelah pelaksanaan shalat tersebut. Selain
itu, Allah juga berjanji pada setiap umat islam yang rajin melaksanakan shalat
Dhuha untuk mencukupi apa yang menjadi kebutuhannya, setidaknya kebutuhannya
disore atau diakhir hari. Dengan janji-Nya tersebut, Allah sebenarnya ingin
memberikan balasan dan imbalan atas kesediaan hamba-Nya untuk mengingat
diri-Nya di waktu Dhuha dengan memenuhi apa-apa yang menjadi kebutuhan dia
sepanjang hari itu. Janji Allah tersebut dapat ditemukan dalam sebuah hadist
qudsi. Rasulullah saw. Yang bunyinya :
“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai anak Adam,
cukuplaah bagi-Ku empat rekaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu disore
harimu”
Janji Allah ini akan bisa menjadi penyebab hati gelisah dikarenakan
kurangnya rizki yang diperoleh serta mencegah bahaya putus asa bagi sebagian orang yang
tidak diberikan rizki yang cukup. Shalat dhuha adalah merupakan salah satu
perantara agar keinginan cepat terkabul seperti
halnya kika mengerjakan shalat
hajat.
3. Meraih Ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat
Orang yang dengan tekun mengerjakan shalat dhuha akan memperoleh
ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat atas izin Allah SWT. Hal ini terjadi
di zaman Rasullullah dimana Rasul membandingkan orang-orang mukmin yang
melaksanakan shalat Dhuha dengan mujahid yang berangkat bertempur ke medan
perang yang berjarak dekat dengan tampat tinggal mereka lalu kembali lagi
dengan cepat ke tempat asalnya dengan membawa ghanimah (rampasan perang) yang
banyak dan tentunya kemenangan. Hal ini merupakan motivasi untuk mengerjakan
amal ibadah serta usaha untuk bertawakkal kepada Allah SWT karena manfaat tawakkal amatlah besar.
Rasulullah pun menimbang bahwa keuntungan yang akan diperoleh
oleh mereka yang melaksanakan shalat Dhuha akan berjumlah lebih banyak
dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diperoleh oleh para mujahid tersebut.
Hal ini sebagaimana sabda rasullulah SAW yang bunyinya :
“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka
akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya
ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat
jaraknya). Lalu Rasulullah saw bersabda; “Maukah kalian aku tunjukan kepada
tujuanpaling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak
ghanimah(keuntungan)nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: “Ya! Rasul
berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk
melakukan shalat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya),
lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya”
4. Diganjar dengan rumah di surga
Orang yang selalu bersedia meluangkan waktunya untuk
melaksanakan shalat Dhuha 12 rekaat di awal hari akan dijanjikan ganjaran oleh
Allah berupa sebuah rumah indah yang terbuat dari emas kelak diakhirat. Hal ini
menurut Anas Bin Malik yang mendengar bahwa Rasulullah sawbersabda :
“Siapa saja yang shalat Dhuha 12 rekaat, Allah akan membuat
untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga”” (HR. Ibnu Majah)
5. Mendapat pahala haji dan umrah
Orang yang melaksanakan shalat Dhuha dengan tekun akan
mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna Dari Anas ra berkata, Rasulullah
bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah,
kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu
ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan
umrah; sempurna, sempurna, sempurna”
6. Menggugurkan dosa
Shalat Dhuha akan menggugurkan dosa-dosa orang yang rutin
melakukan ibadah shalat dhuha meskipun dosanya itu sebanyak buih di lautan.
Berikut hadist yang memperkuat hal ini. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw
bersabda,
“Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya
diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi)
7. Dibuatkan pintu khusus di surga
Keutamaan lain yang dijanjikan Allah bagi orang yang tekum
mengerjakan shalat dhuha adalah bahwa dia akan dibuatkan pintu khusus di surga
kelak, yakni pintu yang dinamakan pintu Dhuha. Dengan demikian maka jelaslah
bahwa orang yang tekun mengerjakan shalat dhuha memiliki kedudukan yang tinggi
di mata Allah SWT hingga dibuatkan pintu tersendiri untuk memasuki surga
tidak memandang apakah ia muslim sejak lahir maupun mualaf.
Rasulullah bersabda: Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda,
“sesungguhnya disurga ada slaah satu pintu yang dinamakan pintu
Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memangil; mana ia yang
melazimkan shalat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang
Allah” (HR.Thabrani)
Berikut Allah memberikan kedudukan yang istimewa bagi
orang-orang yang melaksanakan Dhuha berdasarkan dengan jumlah rakaatnya:
1.
Orang yang mengerjakan dua rekaat shalat Dhuha akan tercatat
sebagai orang yang tidak lalai
2.
Orang yang mengerjakan empat rekaat shalat Dhuha tercatat
sebagai orang yang muhsinin (berbuat baik)
3.
Orang yang mengerjakan emam rekaaat shalat Dhuha akan tercatat
sebagai hamba yang taat
4.
Orang yang mengerjakan shalat Dhuha delapan rakaat tercatat
sebagai hamba yang juara (Sukses)
5.
Orang yang mengerjakan dua belas rekaat shalat Dhuha akan
dibuatkan sebuah rumah yang indah disurga
Sebagaiman hadist yang menerangkan bahwa Rasulullah saw
bersabda:
Dari Abi Dzar ra, Rasulullah saw bersabda, “Bila engkau
melaksanakan dua rekaat shalat Dhuha maka engkau tidak dicatat sebagai hamba
yang lalai, atau empat rekaat maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang
muhsinin (berbuat baik), atau enam rakaat engkau akan dicatat sebagai hamba
uang taat, atau delapan maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang juara
(Sukses), atau sepuluh maka pada hari ini dosamu tidak dicatat, atau dua belas
rakaat maka Allah akan membangunkan rumah disurga”
Tata Cara Pelaksanaan Shalat Dhuha
Shalat Dhuha dilakukan dua rakaat-dua rakaat dan memberikan salam
disetiap akhir dua rakaat tersebut. Jadi, ketika kita melaksanakan shalat Dhuha
lebih dari dua rakaat, kita tidak melaksanakannya sekaligus empat, enam, atau
delapan rakaat dengan satu kali salam, melainkan tetap dilakukan dengan dua
rakaat-dua rekaat dengan salam pada masing-masing dua rakaat itu.
Comments
Post a Comment